Saturday, 13 December 2008

Gunung Berapi



Aku marah, Tuhan!
Atas nama alam, aku marah!
Aku marah karena merasa tak dihargai
Aku marah karena alam tak digunakan dengan bijak

Sekian lama kupendam
Amukan dan murka
Hingga lahar-lahar di dalamku
Gemeletuk mendidih

Hasratku ingin meletus, ya Tuhan
membuang dan menyemburkan kekecewaan ini
Namun kusadari juga
bencana yang bakal terjadi
bila aku berbuat demikian

Mungkin aku seperti manusia
Tatkala hatinya tak peka
Terjojoh oleh amuk
Satu amarah bisa jadi bencana

Tuhan,
betapa beruntungnya manusia
Kauberi mereka sejumlah sarana
untuk dapat berkomunikasi satu sama lain

Lewat akal budi
Berbaju hati
Berhiaskan iman

Secara langsung maupun terantara
dengan baik
bukan sekedar emosi

Semoga rahmat itu
mereka gunakan dengan bijaksna
agar mampu meredakan
konflik-konflik hati berapi
yang sewaktu-waktu dapat meletus

Supaya ledakan amarah mereka
menjadi ledakan yang tak menyakiti
namun mempunyai arti


No comments: