Saturday, 13 December 2008

Padang Gurun


Kering, kerontang, kersang
Gerah, gelisah, galau
Panas, perih, sedih
Sunyi, sepi, ngeri
Itulah identitas yang dilekatkan padaku
tatkala manusia memandangku

Aku benar-benar kesepian
Tak banyak orang mau bersamaku
Bahkan cenderung menghindar
takut dan anti

Memang aku tak pernah menjanjikan
sesuatu yang baik dari diriku

Sebab itulah
seringkali aku disamakan dengan manusia
yang sedang mengalami krisis nikmatnya hidup

Namun sebenarnya
aku ingin sekali
manusia berkanjang
sedikit lebih lama
Bermain-main denganku
mengenalku lebih jauh lagi

Supaya mereka berani menjelajahi
sehelai tikar dari pasir ini
sampai ke sudut-sudutnya
dan akhirnya menemukan
oase-oase kesegaran yang Kausediakan

Meski tak jarang
hanya menemukan fatamorgana
yang tampak nyata karena keinginan semata

Namun justru keadaan itu
menguji kesetiaan manusia
untuk senantiasa berharap akan Dikau
Berjuang menemukan kembali keberadaanMu
yang sebenarnya tak pernah menghilang

Semoga bila berjumpa denganku
Manusia tak lagi lari terbirit
Namun sudi berteman denganku
Teman berkanjang akan harapan
Menemukan kasih yang Kausiapkan
pada oase-oase realita
dan bukan utopia fatamorgana

No comments: