Saturday, 13 December 2008

Longsor


Bencana seringnya datang tak terduga
Membuat hati terkejut
Jantung berdegup
Pikiran terpanjat
Mata terbelalak

Begitu juga ya Tuhan
Tatkala aku datang atas perintahMu

Hadirku sebagai bencana
Membuat sulit tak terencana

Meski demikian
kusadari peranku
sebagai suatu peristiwa dalam hidup
yang patut diambil maknanya

Namun Tuhan
Apakah manusia sadar
bahwa keberadaanku
menyerupai kehidupan mereka
manakala mereka sombong dan tinggi hati

Pada saat-saat itu
Manusia sering merasa tinggi
Ditinggikan oleh sarana dan situasi
Tak jarang ingin ditinggikan orang lain
dengan meninggikan diri sendiri

Tinggi...
Semakin tinggi...

Tapi sayang
justru pada saat itulah
Dasar hati manusia menjadi hampa
Timbunan congkak dan angkuh meninggi
Namun kepekaan terhadap sesama
yang menjadi fondasinya
malah semakin rapuh dan tak kokoh

Dan pada saat itulah
Engkau datang tiba-tiba
menginjak kesombongan dan keangkuhan manusia
Lantas terjadilah

Melongsorlah keangkuhan itu
Terbukalah cacat cela hati terdalam
Tampaklah bahwa yang kuat di luar
belum tentu berasal dari kekuatan yang di dalam

Syukurlah, ya Tuhan
Bahwa aku Kauhadirkan
pada saat manusia perlu diingatkan
bahwa hidup tak pernah perlu
mengejar yang terlalu muluk
Cukup yang bersahaja
namun bahagia karena penuh makna


No comments: